penghargaan


pernahkah kamu merasa kamu tidak dipercayai oleh orang?

jika pernah, pernahkah kamu berfikir, kenapa orang meragukan kamu?

atau, hal itu tidak mempengaruhi hidupmu?

iya, boleh jadi juga begitu. apa kata orang terhadapmu, tidak penting, yang penting kamu bahgia dengan cara hidupmu. mungkin cara berfikir yang begini sah dan tidak salah. tapi ingatlah bahwa hidup di dunia ini di jadikan allah, berantai. bermula dari terciptanya adam dan hawa, maka rantai tersebut terus melebar. dari melebarnya rantai tersebutlah, maka berteraburlah manusia di seluruh muka bumi ini. dan mahu tidak mahu, kita telah tercipta menjadi salah satu sari manusia tersebut.

tarzan yang hidup di hutan pun tidak bersendirian. di sekelilingan ada beruk, gajah, rimau, pokok, sungai dan makhluk lain yang perlu dia perhatikan. apa lagi kita yang hidup di tengah kota ataupun kampung, yang tak lari dari berhubungan dengan makhluk yang serupa dengan kita, yup! manusia!

kita punya perasaan, dia juga punya perasaan.
kita punya hati, dia juga punya hati.
kita punya tangungjawab, dia juga punya tangungjawab.

jadi persoalannya apa?

saling menghargai.

saling menghargai harus bermula dengan menghargai diri sendiri. kurang manfaatnya jika terlalu menghargai orang lain tapi sama sekali tidak menghargai diri sendiri.

mulakanlah dari hal2 terkecil dari dalam diri;
  • kesehatan,
  • kebersihan,
  • pemakanan,
  • penampilan,
  • waktu,
  • tangungjawab,
  • apa saja yang menyangkut perihal diri sendiri.
jika hal2 tersebut tidak mampu kita lakukan, sangat tipis harapan untuk kita menghargai kehadiaran orang dalam hidup kita. jika hal2 tersebut mampu diatasi, secara semulajadi, orang2 disekeliling kita akan merasa terhargai.

0 komentar: